Wednesday, 30 September 2015

Tagged Under:

10 Fakta HIV-AIDS menurut WHO

Share

Hari AIDS Sedunia mengingatkan orang-orang di seluruh dunia untuk meningkatkan kewaspadaan tentang HIV/AIDS dan menunjukkan solidaritas internasional untuk menghadapi pandemik. Hari ini adalah kesempatan untuk pihak negeri maupun swasta untuk menyebarkan kewaspadaan tentang status pandemik dan dan mendukung proses pencegahan HIV/AIDS, pengobatan dan perawatan pada negara yang memiliki prevalensi tinggi dan di seluruh dunia.

Pada tahun 2011-2015, Hari AIDS Sedunia memiliki tema “Getting to zero: zero new HIV infections. Zero discrimination. Zero AIDS related deaths”. Kampanye AIDS Sedunia berfokus pada “Zero Related Deaths” dengan jalan memberikan akses yang lebih besar untuk penanganan kepada semua penderita, panggilan kepada pemerintah untuk bergerak. Panggilan ini memberikan kehormatan seperti deklarasi Abuja dan pemerintah Afrika untuk setidaknya mencapai target untuk pengeluaran domestik pada kesehatan dan HIV.

Logo WHO

10 Fakta HIV/AIDS menurut WHO
1. HIV (Human Immunodeficiency Virus) menginfeksi sel kekebalan tubuh
Infeksi ini menyebabkan penurunan pada sistem kekebalan tubuh, menurunkan kemampuan tubuh untuk bertahan dari infeksi dan penyakit lain. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) menunjuk pada stadium tingkat lanjut dari infeksi HIV, didefinisikan dengan kejadian 20 atau lebih infeksi oportunis atau berhubungan dengan kanker.

2. HIV dapat ditransmisikan melalui beberapa cara
HIV dapat ditransmisikan atau ditularkan melalui:
- Hubungan seks yang tidak aman (baik anal atau vaginal) atau oral dengan orang yang terinfeksi
- Tranfusi darah yang terkontaminasi
- Pemakaian bersama jarum suntik yang terkontaminasi, spuit atau instrumen tajam lainnya
- Penularan dari ibu kepada bayi selama kehamilan, kelahiran dan menyusui.

3. 34 Juta orang hidup dengan HIV di seluruh dunia
Mayoritas terbesar adalah negara miskin dan berkembang. Dengan estimasi 2,5 juta orang baru terinfeksi dengan virus ini pada 2011


4. HIV adalah pembunuh infeksius pertama di dunia
Sekitar 25 juta orang telah meninggal sampai saat ini. Diperkirakan 1,7 juta orang meninggal karena HIV/AIDS pada tahun 2011


5. Kombinasi terapi antiretroviral (ART) mencegah virus HIV untuk berkembang dalam tubuh.
Jika reproduksi dari virus HIV dapat dihentikan, maka sel imun tubuh mampu untuk hidup lebih lama dan memberikan perlindungan tubuh terhadap infeksi. Pada pasangan yang memiliki partner sex positif dengan HIV, kecenderungan untuk menularkan secara sexual pada partner yang negatif HIV menurun secara drastis.


6. Lebih dari 8 juta orang dengan HIV Positif memiliki akses ke terapi antiretroviral (ART) pada negara miskin dan berkembang pada akhir tahun 2011
Secara umum cakupan dari ART pada negara miskin dan berkembang cnderung untuk meningkat mencapai 54% atau mendekati 15 juta orang yang bisa mendapatkan pengobatan.

7. Diperkirakan 3,34 juta anak hidup dengan HIV
Berdasarkan data 2011 kebanyakan adalah anak yang tinggal di sub-Sahara Afrika dan terinfeksi dari ibu mereka yang postif HIV selama kehamilan, kelahiran atau menyusui. Lebih dari 900 anak yang mengalami infeksi baru HIV setiap hari.

8. Penularan HIV dari ibu ke anak hampir seluruhnya bisa dihindari
Akses ke intervensi pencegahan masih terbatas pada kebanyakan negara miskin dan berkembang. Namun sudah ada kemajuan. Pada 2011, 57% ibu hamil dengan HIV menerima regimen terapi yang paling efektif (yang direkomendasikan oleh WHO) untuk mencegah penularan virus dari ibu ke anak.


9. HIV adalah faktor resiko terbesar untuk perkembangan penyakit TB aktif
Pada tahun 2011, sekitar kurang lebih 430.000 kematian dari TB terjadi pada orang dengan HIV. Ini adalah ¼ dari perkiraan 1.7 juta kematian karena HIV pada tahun yang sama. Kebanyakan orang yang hidup dengan HIV dan TB tinggal di sub-Sahara Afrika (sekitar 79% dari kasus di dunia)

10. Ada beberapa langkah untuk mencegah penularan HIV
Kunci untuk mencegah penularan HIV:
- Melakukan perilaku seks yang aman seperti menggunakan kondom.
- Lakukan test dan lakukan pengobatan infeksi menular seksual termasuk HIV
-Hindari narkoba suntik, atau jika anda pelaku, selalu gunakan jarum dan spuit yang baru dan sekali pakai.
- Pastikan bahwa darah atau produk darah yang mungkin anda butuhkan sudah ditest HIV.

Referensi:

0 comments:

Post a Comment

Berikan pendapat anda disini

Ada request?

Name

Email *

Message *

Akun Line Perawat Pintar

Akun Line Perawat Pintar
Scan dengan QR Code Reader atau klik